Article 2: PSA

Apakah perawatan saluran akar gigi itu?

Ditulis oleh:

drg Riyan Adiputra Lukardi

Baru-baru ini saya ngobrol dengan salah satu teman, ia bercerita tentang keadaan di masyarakat yang belum familiar dengan perawatan saluran akar. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan coba menjelaskan apa itu perawatan saluran akar, bagaimana tahapannya dan berbagai keuntungannya. Mungkin teman-teman ada yang pernah mengalami gigi berlubang dan dilakukan perawatan dengan kunjungan berulang kali. Ya perawatan berulang kali tersebut adalah perawatan saluran akar.

Perawatan saluran akar pada umumnya dapat diselesaikan dalam 3 kali kunjungan, namun dapat pula diselesaikan dengan kunjungan yang lebih sedikit atau lebih banyak (tergantung pada kasus yang terjadi dan kecepatan pemulihan jaringan). Lalu mengapa harus dilakukan kunjungan berulang? Hal ini dikarenakan lubang gigi yang sudah cukup dalam dan mengenai ruangan dimana pembuluh darah dan saraf berada, atau dalam istilah kedokteran disebut kamar pulpa. Pada lubang gigi yang masih dangkal gigi dapat dengan mudah dibersihkan dan kemudian dilakukan penambalan dalam satu kunjungan. Namun jika sudah mengenai ruang dimana saraf dan pembuluh darah berada artinya bakteri sudah dapat masuk ke ruang tersebut dan perawatan harus dimulai dengan membersihkan bakteri dari saluran akar baik secara kimia dan mekanis. Jika bakteri yang ada di saluran akar dibiarkan dan perawatan dilakukan hanya sebatas tambalan, maka bakteri akan berkembangbiak dan menyebabkan infeksi jaringan suatu saat.

Pada kunjungan pertama pada umumnya gigi yang memiliki lubang hingga kamar pulpa akan dibersihkan pada bagian mahkota dan saluran akarnya secara mekanis, kemudian gigi akan diberikan medikamen, yang akan bekerja membunuh bakteri secara kimia di antara kunjungan pertama dan kedua. Pada kunjungan selanjutnya, jika gigi sudah tidak ada keluhan nyeri dan tidak ada eksudat yang dihasilkan, saluran akar akan diisi dengan bahan pengisi saluran akar untuk mencegah kembali masuknya bakteri ke dalam saluran akar, tindakan ini disebut obturasi. Pada obturasi yang baik, akan terlihat dalam foto rontgen/ radiograf bahwa saluran akar terisi secara penuh oleh bahan pengisi saluran akar (dengan akhir panjang kerja 0,5 hingga 1mm dari apeks). Jika tidak keluhan, kunjungan yang terakhir akan dilakukan pembuatan tambalan/ restorasi permanen yang akan mengembalikan fungsi dan estetika gigi.

Hal yang penting juga dalam hal ini sering kali pasien untuk menghindari kunjungan berulang, pada akhirnya memilih alternatif perawatan pencabutan gigi. Saya pribadi tidak menganjurkan pencabutan gigi pada gigi yang masih dapat dipertahankan. Jika gigi sudah dicabut, pada umumnya gigi sebelahnya (tetangga) akn bergerak ke ruang kosong yang tercipta karena pencabutan gigi. Hal ini menyebabkan gigi menjadi miring tidak rapih yang berakibat sisa makanan akan mudah menempel di daerah tersebut dan menimbulkan permasalahan baru lainnya. Jikalau digantikan dengan gigi tiruan, prosedurnya akan memerlukan jumlah kunjungan dan biaya lain yang tidak sedikit. Solusi yang instan tidak selalu yang terbaik bukan?

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan saluran akar:

  • objektif mekanis pada instrumentasi saluran akar yakni semua permukaan saluran akar harus terpreparasi secara mekanis, dan penting untuk tetap meninggalkan jaringan dentin radikular yang cukup hingga tidak melemahkan struktur akar gigi
  • Penting untuk melakukan pembesaran bagian coronal saluran akar untuk memudahkan akses bagi file saat preparasi, dalam hal ini dapat digunakan Gates-glidden drill (GGD) atau ProTaper Sx
  • Hanya setelah dilakukan pembesaran bagian koronal saluran akar kita gunakan file untuk penjajakan saluran akar (gerakan watch winding), awali dengan irigasi yang cukup (NaOCl 1-2,5%). NaOCl memiliki efek antibakteri juga dapat melarutkan jaringan nekrosis, jaringan pulpa vital, dan komponen organik dari dentin serta biofilm. Gunakan ukuran jarum yang sesuai sehingga dapat masuk ke saluran akar mendekati panjang kerja. Hindari tekanan berlebihan saat irigasi, pastikan backflow terjadi pada cairan irigan
  • Setelah dilakukan penjajakan dan pengukuran panjang kerja, preparasi saluran akar dapat dimulai, akhiri preparasi berjarak 0,5 hingga 1 mm dari apeks yang dilihat pada radiograf
  • Selalu lakukan irigasi (NaOCl 1-2,5%) dan gunakan lubrikasi (EDTA) setiap pergantian alat. EDTA (Ethylenediamine Tetra-acetic Acid 17%) berfungsi mengangkat bagian termineralisasi dari smear layer dan membuka tubuli dentin untuk meningkatkan penetrasi desinfektan
  • Lakukan rekapitulasi dengan file yang lebih kecil dengan sering hingga sepanjang kerja
  • Point gutta-percha dapat disterilisasi dengan menggunakan NaOcl 5,25% selama satu menit sebelum dimasukan ke dalam saluran akar

Medikamen intracanal yang tersedia saat ini antara lain:

  • Golongan Phenolic, kerugian dari golongan ini adalah toksisitasnya. Diaplikasikan pada kapas, lalu bekerja melalui uapnya. Contoh: CHKM
  • Golongan Formaldehyde, kerugiannya juga adalah toksisitasnya. Contoh: Formokresol (19-37%), lebih banyak digunakan pada perawatan pulpotomi anak-anak
  • Golongan Haloge, kerugiannya reaksi alergi pada beberapa pasien. Contoh: Iodine (2-5%), toksisitas cukup rendah, efektif sebagai desinfektan
  • Golongan Kalsium Hidroksida, Efek antibakteri yang slow-acting tidak cocok sebagai irigan, mengurangi efek dari lipopolisakarida (LPS) yang merugikan, tingkan pH yang alkali membunuh bakteri. Diaplikasikan dengan lentulo ke dalam saluran akar
  • Golongan antibiotik. Contoh: Ledermix (mengandung kortikosteroid triamnicolone acetonide 1% dan antibiotik group tetracycline), terutama digunakan pada pasien dengan keluhan gejala endodontik, bekerja mengurangi inflamasi.