Untuk dapat memahami hal ini kita perlu membahas persarafan yang berperan. Terdapat 12 saraf kranial, yakni saraf-saraf yang muncul dari otak yang keluar dari cranial vault (tulang tengkorak) lalu mempersarafi struktur-struktur di kepala dan leher.

Sumber gambar: http://www.yale.edu/cnerves/index.html
12 saraf kranial memiliki fungsi masing-masing. Beberapa saraf membawa informasi dari organ indra ke otak, beberapa yang lain mengontrol pergerakan otot-otot, ada juga yang berhubungan dengan kelenjar. Secara spesifik dari 12 saraf tersebut, saraf yang mempersarafi gigi-geligi adalah saraf trigeminal.

Saraf trigeminal (saraf V) memiliki 3 cabang yakni saraf opthalmikus (V1), saraf maksilaris (V2), dan saraf mandibular (V3) dengan pembagian seperti gambar di atas.
- Saraf optalmikus (V1) adalah murni saraf sensorik. Saraf ini mempersarafi dahi, kelopak mata atas, kornea dan konjungtiva mata, hidung
- Saraf maksilaris(V2) juga merupakan saraf sensorik. Saraf ini mempersarafi bibir atas, pipi atas, bagian belakang hidung, rahang atas, gigi-geligi rahang atas, langit-langit.
- Saraf mandibularis(V3) berfungsi sebagai saraf sensorik dan saraf motorik. Saraf ini mempersarafi bibir bawah, bagian depan lidah, dasar mulut, pipi belakang, dagu, dan gigi-geligi rahang bawah.
Dari penjelasan di atas kita dapat mengetahui bahwa gigi geligi dipersarafi oleh saraf trigeminal cabang ke- 2 dan ke- 3 yakni saraf maksilaris dan mandibularis, sedangkan mata dipersarafi oleh saraf optalmikus yang merupakan cabang pertama dari saraf trigeminal. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa saraf yang mempersarafi gigi-geligi dan mata tidaklah sama. Oleh karena itu, tindakan pencabutan gigi tidaklah memiliki resiko yang berujung pada gangguan penglihatan/ gangguan mata.